18 September 2019 08:34:14
Ditulis oleh admin

BARIK AN, MELESTARIKAN TRADISI DAN MENOLAK BALA'

Suro (dalam penangalan Jawa) atau Muharrom (dalam penanggalan Islam). Salah satu bulan diantara 12 bulan yang merupakan awal penanggalan bulan Islam. Bulan yang merupakan salah satu bulan mulia diantara bulan2 lain ini mempunyai banyak cerita dan sejarah. Banyak peristiwa yang terjadi dibulan ini. Seperti Nabi Yunus yang selamat ketika dimakan ikan. Nabi Nuh bersama kaumnya selamat  dari banjir bandang yang menenggelamkan seluruh daratan. Nabi Musa bersama yang selamat dari tenggelamnya lautan bersamaan dengan tenggelamnya Raja Fir'aun yang jasadnya masih utuh hingga sekarang. 

Salah satu tradisi yang terwariskan oleh para wali terdahulu diantaranya adalah tradisi BARIK AN. Jika ditelusur BARIK AN berasal dari Bahasa Arab BARI A yang berarti bebas, jika diartikan secara luas adalah meminta kebebasan dan menolak dari segala marabahaya dan balak untuk seluruh warga masyarakat. 

Tradisi yang biasanya dilaksanakan pada hari Kamis Kliwon sore malam Jumat Legi menjelang magrib tersebut, diikuti oleh seluruh warga masyarakat dengan membawa bucu pitu dan urap-urapan dengan daun yang macamnya pitu. Pitu yang dalam bahasa Indonesia adalah Tujuh. Pitu disini dimaksudkan untuk mendapat pitulungan / Pertolongan dari Allah SWT. Acara doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat tersebut yang dilaksanakan pada setiap sudut pertigaan atau perempatan tak lain adalah meminta keselamatan kepada Allah. Selamat di dunia maupun diakhirat. Semoga hajar seliruh warga desa dikabulkan Alla SWT. Aamiin. (Jib)



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus